October 26, 2017

Khitbah a.k.a Lamaran


Sebuah hubungan sebelum dilanjutkan ke jenjang pernikahan harus melewati yang namanya khitbah atau lamaran, atau juga bahasa kerennya engagement. Saya pun juga begitu. Setelah tiga bulan kenal dengan Dimas, dia ingin melamar saya untuk bisa menikah dengan saya tentunya.

Lamarannya pun sederhana banget. Memang saya gak mau yang terlalu mewah apalagi terlalu lebay ala-ala sinetron. Persiapannya pun santaaai banget. Kami komunikasi dengan orang tua juga cuma via telefon, karena saya kost di Jakarta, dan DPR kost di Bogor. Gak pakai seserahan dan gak pakai cincin atau perhiasan sebagai pengikat juga. Karena menurut kami yang penting adalah niat keseriusannya.

Kami lamaran hari Minggu tanggal 20 Desember 2015, hari Jumatnya saya minta tolong Bapak saya untuk booking salah satu restoran di Bekasi. Jumat malamnya saya pulang ke Bekasi. Saya pulang cuma pakai sandal jepit andalan dan bawa gamis satu biji aja dong buat acara lamaran itu, karena memang di kostan pun sandal saya yang agak bagusan ya cuma itu. Saat itu saya mikirnya gapapalah ya, kan acaranya juga sambil duduk, jadi sandalnya ketutup gamis. Begitu mama saya tau saya cuma pakai sandal jepit untuk acara lamaran, akhirnya saya dipaksa buat ke mall beli sepatu sandal hahaha.

Pas hari H, saya lihat keluarga dari Dimas juga santai banget pakaiannya. Bahkan Dimasnya juga santai banget gayanya. Kalau ditanya saya deg-degan atau enggak, maka saya jawab ENGGAK! hahaha. Asli beneran pikiran saya santai, hati saya tenang saat itu.

Akhirnya dimulai lah acaranya. Pertama dibuka sama salah satu saudara Dimas, menjelaskan maksud kedatangan keluarga mereka, kemudian dilanjutkan dengan permintaan orang tua DPR kepada kedua orang tua saya untuk menjadikan saya sebagai calon istri Dimas. Setelahnya gantian Bapak saya yang menjawab permintaan orang tua Dimas, tapi Bapak saya ngejawabnya yaa terserah saya aja. Nah bagian ini nih yang menentukan, akhirnya saya bilang "Iya, Rani mau", huahahaha rasanya itu agak malu-malu tapi pengen ketawa ngakak juga. Dilanjutkan semuanya mengucap "Alhamdulillah".

Untuk tanggal pernikahan juga ditentukan saat proses lamaran ini, saat itu kami memutuskan pernikahan dilaksanakan akhir April 2016 atau Mei 2016, tergantung dapat tempatnya aja. Karena mengingat dari waktu lamaran ke waktu pernikahan hanya 5 bulan, sudah pasti agak sulit mencari gedung untuk resepsi kan. Kemudian acara ditutup dengan makan siang bersama. Udah gitu aja lamaran ala saya dan Dimas. Simple bangeet.

No comments:

Post a Comment